DIABETES Tidak Bisa Disembuhkan adalah MITOS

MITOS yang mengatakan tentang DIABETES TaK BISA DISEMBUHKAN

merupakan satu keyakinan yang MENYESATKAN !!!!! Akibatnya dari keyakinan ini akan

menjadikan FATAL untuk proses pengobatan setelahnya.

Sejatinya memberikan vonis seseorang akan menderita diabet seumur hidupnya adalah klaim yang MENDAHULUI TAKDIR.

 

KENAPA? Setelah mengetahui angka gula darahnya yang melambung diatas normal, vonis DIBETES ini seakan-akan terpatri dalam dirinya sampai MATI. Persepsi ini menjadi jamak terjadi pada sebagian besar orang yang barusan saja mengetahui kondisi GULA DARAHNYA. Terlebih ketika riwayat keluarga ada yang mengidap diabetes parah, yang mengalami komplikasi penyakit seperti jantung, gagal ginjal atau stroke yang berujung pada kematian. Bayangan ketakutan mereka bukan tanpa alaasan.

 

Sesungguhnya metode pengobatan diabetes secara konvensional selama ini cenderung tidak masuk akaldan sangat membingungkan. Pengobatan diabetes yang dilakukan ini pada umumnya bertolak belakang dengan harapan, bukan kesembuhan yang diperoleh, namun malah penderitaan yang berkepanjangan seolah tiada akhir kecuali kematian. Terlebih sakitnya jarum yang setiap hari menjadi santapan wajib untuk memasukan insulin sintetik kedalam tubuhnya. Maaf, SEPERTI PECANDU NARKOBA. Akhirnya pengobatan yang dijalaninya selama ini bukan menghilangkan masalah, tapi malahan menambah problem baru.

 

LANTAS? Bagaimana seharusnya? Saatnya kita introspeksi terhadap metode pengobatan yang selama ini digunakan.

Mengapa metode pengobatan ini tidak menyelesaikan masalah?

Mengapa pengobatan ini hanya sekedar menghilangkan gejalanya saja, bukan sumber masalahnya?

Mengapa semua orang harus tunduk dengan teori Diabetes tidak bisa sembuh?

Mengapa tidak yakin dengan ketetapan ALLOH, bahwa setiap penyakit ada OBATNYA?

 

Maka sudah saatnya kita kembali kepada ALLOH. Ketetapan dari ALLOH bahwa setiap penyakit ada obatnya…bukan kepalsuan ..namuan SEBUAH KEPASTIAN.

Penyakit apapun ada obatnya termasuk DIABETES MELITUS…

 

DIABETES BISA SEMBUH !

DIABETES BISA SEMBUH !

DIABETES BISA SEMBUH !

DIABETES BISA SEMBUH !

DIABETES BISA SEMBUH ! Insyaa ALLOH

 

Dengan keyakinan yang kuat, ikhtiar/usaha yang sungguh-sungguh, sabar, berserah diri….

Semoga diabetes anda bisa diatasi

 

Kami Pesembahkan HERBAL DIABETES untuk anda sebagai wujud rasa saying kami kepada sesama. Semoga ini menjadi perantara sembuhnya penyakit anda….AMIIN

 

RIBUAN ORANG MERASAKAN KHASIATNYA ….100% HERBAL,

Harga Sangat Terjangkau…. RESMI ijin BPOM TR …HALAL MUI

SEGERA…Sebelum terlambat menjadi PARAH

 

KONSULTASIKAN diabetes anda dengan team kami…

Kami siap membantu menemukan solusi masalah anda

Di nomer

+62 81 393 000 333 , +62 81 393 000 555

 

Bahaya Makan Mie Instan, Bisa Sebabkan Diabetes

Diabetes mellitus (DM) tidak hanya menyerang orang yang mempunyai riwayat DM namun juga pada orang yang berpola makan tidak baik. ”Terlalu banyak mengkonsumsi makanan instan, kurang dalam mengkonsumsi makanan berserat, dan olahraga yang tidak teratur bisa memicu diabetes,” ujar dokter Asep Saeful Rohmat SpPD, spesialis penyakit dalam RS Pusat Pertamina, Jakarta.

 

DM ialah penyakit metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang diakibatkan karena kelainan kerjahormon insulin. Memang, penyakit yang di Indonesia adalah pembunuh manusia nomor tiga setelah jantung dan kanker ini, sulit untuk disembuhkan. Tapi ia dapat dikontrol.

 

Dengan kemauan serta sedikit disiplin, upaya untuk mengontrol DM bukanlah suatu pekerjaan yang sulit. ”Perencanaan makan, olahraga secara teratur, dan minum obat hipoglikemik (obat oral atau insulin) merupakan tiga langkah yang harus dijalani penderita seumur hidupnya apabila ingin tetap sehat.”

Waspadai Risiko Diabetes Tipe 2 Bisa Meningkat Karena Diet Soda

Sebuah penelitian di Perancis menunjukkan adanya hubungan peningkatan resiko diabetes tipe dua pada wanita karena konsumsi minuman diet soda. Penemuan The National Institute of Health and Medical Research bertentangan dengan anggapan soda biasa yang memicu diabetes.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 66.000 wanita Prancis yang lahir tahun 1925 dan 1950 dan penelitian ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Sejumlah wanita tersebut telah dimonitor sejak tahun 1990. Mereka diwawancarai tentang kesehatan dan kebiasaan diet mereka.

Francoise Clavel-Chapelon dan Guy Fagherazzi yang bertindak sebagai pemimpin penelitian ini menggali data untuk melihat risiko diabetes pada wanita yang hanya mengkonsumsi jus buah tanpa pemanis dan mengkonsumsi salah satu tipe soda saja

Jika dibandingkan dengan wanita yang minum jus buah, wanita yang minum salah satu jenis soda mempunyai tingkat risiko terserang diabetes lebih tinggi. Peningkatan risiko ini terlihat dari sepertiga wanita yang minum 359 ml per minggu salah satu tipe soda, dan dua kali lipat dari wanita yang minum 603 ml per minggu.

Sedangkan peminum diet soda memiliki risiko diabetes lebih tinggi dibandingkan yang minum soda reguler. 15 persen lebih tinggi untuk konsumsi 500 ml per minggu dan 59 persen lebih tinggi untuk konsumsi 1,5 liter per minggu. Sementara itu, tidak ditemukan peningkatan diabetes untuk wanita yang hanya meminum jus buah 100 persen dibandingkan dengan yang tidak minum sama sekali.

 

Studi ini juga menegaskan bahwa wanita yang minum diet soda malah minum lebih banyak, dengan rata-rata 2,8 gelas per minggu dibandingkan dengan wanita peminum soda reguler hanya minum 1,6 gelas.

Penelitian yang dilansir New York Daily News ini belum sempurna disebabkan karena ada beberapa hal yang terlewatkan. “Informasi tentang konsumsi minuman ini tidak diperbaharui selama follow up dan kebiasaan diet mungkin sudah berubah seiring berjalannya waktu,” ungkap Francoise.

Benarkah Blueberry Dapat Cegah Kanker Dan Diabetes?

Blueberry merupakan tanaman yang termasuk dalam genus Vaccinium. Tanaman yang berasal dari Amerika bagian utara ini berwarna hijau pucat ketika belum matang, lalu berubah menjadi ungu saat sudah matang. Buah tersebut umumnya memiliki semacam mahkota pada bagian bawah.

Blueberry sudah lama diketahui mengandung antioksidan yang hebat bernama resveratol. Antioksidan ini tak hanya menyehatkan, tetapi juga mampu membantu mencegah kanker. Selain resveratol, blueberry juga mengandung zat lain yang bisa membantu menurunkan jumlah lemak dan mengurangi risiko diabetes. Zat yang dimaksud tersebut bernama pterostilbene. Zat ini adalah salah satu jenis zat kimia seperti resveratol yang juga dijumpai di buah lain seperti anggur dan cranberry. Namun demikian, pterostilbene tampaknya masih belum banyak diteliti.

Penelitian mengenai buah blueberry ini dilakukan oleh Carlos III Institute of Health dan menemukan bahwa pterostilbene memiliki ukuran yang sangat kecil dan bisa menembus membran sel pada sel kanker. Zat ini juga dapat menyebabkan kematian sel kanker. Pterostilbene diketahui juga bisa membuat sel kanker menjadi semakin lemah dengan cara mencegahnya untuk menghasilkan energi.

Manfaat dari pterostilbene tidak hanya itu saja. Penelitian yang baru-baru ini menunjukkan bahwa zat ini juga mampu mencegah diabetes serta obesitas, dan melindungi jantung. Para peneliti menemukan bahwa zat pterostilbene bisa meningkatkan oksidasi lemak pada liver dan juga mengurangi sintesis lemak pada jaringan. Proses ini nantinya akan memicu pengurangan lemak dalam tubuh.

Sedangkan penelitian lainnya yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition menemukan hal yang sama di mana pterostilbene bisa membantu melindungi sel beta yang ada dalam pankreas. Sel beta ini berfungsi untuk mengontrol insulin serta menjaganya supaya tetap stabil. Hal itu pada akhirnya akan mencegah resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes tipe 2.

Pterostilbene diketahui juga mampu mencegah pengerasan arteri yang dapat memicu serangan jantung. Selain itu, zat ini juga dapat membantu meningkatkan efektivitas obat HIV. Meskipun demikian, sampai saat ini pterostilbene tampaknya masih jarang diteliti serta memerlukan lebih banyak lagi percobaan untuk mengetahui potensi kesehatan lainnya.

Ketahui Pantangan Penderita Diabetes Dari Sekarang

Pantangan Makanan Penderita Diabetes adalah sesuatu yang harus di hindari apabila Anda memang tak ingin kadar gula Anda secara drastis naik dan sangat berbahaya untuk kesehatan, karena jika kadar gula dalam darah Anda semakin tinggi maka semakin besar pula resiko untuk terkena penyakit kencing manis atau diabetes. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa penyakit diabetes ini ialah salah satu penyakit yang sangat berbahaya serta mengancam jiwa.

Maka dari itu Anda perlu memperhatikan Pantangan Makanan Penderita Diabetes agar Anda terhindar dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi akibat kelebihan kadar gula dalam darah.

Penderita diabetes juga disarankan untuk menghindari makanan yang memiliki rasa manis. Dan sebagai gantinya, bisa mengkonsumsi jus sayuran seperti kobis, wortel, paprika, dan kacang panjang. Jus sayur tersebut baik dikonsumsi untuk penderita diabetes karena mengandung serat serta antioksidan tinggi.

 

Pantangan lain untuk penderita diabetes

Selain makanan, ada faktor lain yang perlu juga dihindari oleh penderita diabetes, contohnya adalah menghindari stress dan mempunyai keyakinan untuk sembuh. Dan untuk melancarkan sirkulasi darah, penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga ringan. Walaupun begitu, ada juga makanan yang mengandung gula tersembunyi dan inipun termasuk makanan bagi penderita diabetes. Tetapi, kebanyakan dari mereka tidak menyadari bila sehari-hari mereka juga mengkonsumsi makanan jenis ini. Ada beberapa produk makanan yang mengandung gula tersembunyi, misalnya adalah aneka saus pasta, saus salad, saus BBQ, sereal dan cracker multi grain, dan smoothies. Semua itu menjadi pantangan diabetes agar kadar gula darah dalam tubuh tidak naik.

Diabetes, Bagaimana Mengatur Makannya?

Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan gejala penyakit dengan ciri khas kadar gula darah tinggi yang disebabkan karena gangguan produksi  atau  kerja hormon insulin. Ada beberapa jenis diabetes mellitus, antara lain:

  • DM tipe I: biasanya pada anak-anak serta dewasa muda. Tubuh mereka tak dapat memproduksi insulin secara normal, jadi memerlukan insulin tambahan dari luar tubuh supaya bisa bertahan hidup.
  • DM tipe II: biasanya terdiagnosa pada umur 30 tahun. Perjalanan penyakit ini lambat, terdapat gangguan dalam kerja insulin sehingga memerlukan insulin tambahan dari luar tubuh demi mempertahankan kadar gula darah (KGD) agar tetap normal.
  • DM Gestasional: diabetes yang dialami oleh wanita hamil.
  • Jenis diabetes lain yang tak spesifik: bisa disebabkan oleh penyakit lain seperti kelainan genetik tertentu, infeksi, malnutrisi, setelah operasi, dan lain-lain
  • Pre diabetes: kadar glukosa puasa serta glukosa sewaktu di atas normal akan tetapi penderita ini tidak terdiagnosa diabetes. Penderita ini membutuhkan monitoring secara ketat dikarenakan berresiko menderita DM di kemudian hari.

 

Penderita Diabetes Melitus memerlukan terapi khusus melalui obat anti diabetes, pemberian insulin, dan pengaturan asupan makanan (terapi nutrisi) untuk  mencapai kadar KGD yang terkontrol. Terapi nutrisi diabetes mellitus mempunyai sasaran mencapai BB ideal (Indeks Massa Tubuh = BB/TB2 < 25), menyusun komposisi dan jenis zat-zat gizi yang tepat, memenuhi kebutuhan pada keadaan-keadaan khusus seperti ibu hamil, mencegah komplikasi diabetes dan penderita penyakit ginjal.

 

Istilah penting yang harus diketahui dalam menyusun menu diet diabetes adalah Indeks Glikemik. Indeks Glikemik merupakan perbandingan respon glikemik (naiknya kadar gula darah) antara bahan makanan atau campurannya, dengan bahan makanan pembanding. Sebagai pembanding adalah 50 gram glukosa. Indeks glikemik yang rendah baik untuk penderita diabetes mellitus.

 

Faktor yang mempengaruhi indeks glikemik ialah:

  1. Jumlah serat, makin tinggi serat yang dikonsumsi maka akan memperlambat kecepatan dan penyerapan makanan sehingga menurunkan indeks glikemik. Dianjurkan konsumsi serat 25-30 gram per hari
  2. Konsumsi lemak, apabila meningkat akan memperlambat pengosongan lambung kemudian menurunkan indeks glikemik
  3. Jenis karbohidrat yang dikonsumsi, gula murni cepat dan juga mudah dicerna sehingga meningkatkan indeks glikemik, gula kompleks lebih lama diserap dan dicerna sehingga menurunkan indeks glikemik, juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mencegah komplikasi DM.
  4. Interaksi karbohidrat dan protein dalam saluran pencernaan akan menurunkan indeks glikemik.
  5. Adanya enzim penghambat metabolisme gula darah seperti asam fitat pada teh.
  6. Bentuk fisik makanan mempengaruhi indeks glikemik. Makanan olahan memiliki indeks glikemik lebih tinggi.
  7. Cara memasak modern menyebabkan indeks makanan lebih tinggi daripada tradisional misalnya memasak nasi dengan mengukus akan melarutkan vitamin B ke air kukusan, yang demikian tidak akan terjadi pada memasak nasi dengan rice cooker.
  8. Bagaimanan kita mengunyah makanan akan mempengaruhi indeks glikemik. Penderita diabetes mellitus dianjurkan mengunyah makanan secara perlahan untuk memperlama penyerapan dan pencernaan sehingga indeks glikemik meningkat. Ilustrasi lain adalah makan 3 apel akan membutuhkan waktu 15 menit sedangkan 3 apel dalam bentuk jus hanya memerlukan 1,5 menit.

 

Batasi asupan bahan tambahan makanan seperti pemanis non nutrisi, penambahan gula atau pemanis buatan seperti gula jagung harus dibatasi, jangan melebihi 40 g per hari. Anak-anak jangan mengkonsumsi lebih dari 2 gelas kaleng minuman yang mengandung sakarin.

Protein, sebagai zat pembangun dan pengatur dianjurkan 12-16% dari dari konsumsi makanan keseluruhan. Kualitas protein hewani lebih baik daripada protein nabati (dari tumbuh-tumbuhan) karena protein nabati sulit dicerna. Contoh bahan makanannya ialah telur, susu, keju, ikan, dan kacang-kacangan. Protein nabati kacang kedelai pada tempe, tahu, dan produk olahannya telah diteliti dapat meningkatkan sensitivitas insulin, jadi akan sangat bermanfaat bila mengkonsumsinya 10 gram dua kali per hari.

Tanda – tanda Penyakit Diabetes Melitus

Gejala umum penyakit gula darah atau Diabetes Melitus :

  • Sering kencing ( poliuria ),
  • cepat merasa haus ( polidipsia ),
  • cepat Lapar ( polifagia ),

Gejala lain dari Diabetes Melitus adalah  :

  • Cepat kurus tanpa adanya penyebab yang jelas
  • Sering Kesemutan pada ujung saraf di telapak tangan dan kaki
  • Mudah lelah dan lemah
  • Penglihatan mulai rabun
  • Jika luka sulit sembuh
  • Mudah terjadinya infeksi

Siapa Saja Yang Berisiko Pada Diabetes Melitus?

Pada umumnya orang  yang berusia lebih dari  40 tahun  lebih berisiko terserang penyakit Diabetes Melitus bahkan Mereka yang berusia masih muda tetapi mengalami obesitas

Kondisi seperti ini juga menjadi  faktor yang bisa mengakibatkan munculnya penyakit Diabetes Melitus :

  • Kurang nya aktivitas serta olahraga
  • Keturunan
  • Bayi yang lahir dengan bobot lebih dari 4
  • Kolesterol tinggi
  • Gangguan funsi insulin
  • atau glukosa darah puasa terganggu
  • Adanya riwayat penyakit jantung serta pembuluh darah

Bagaimana untuk Mendiagnosis Diabetes Melitus

Diagnosis Diabetes Melitus  bias dilakukan dengan tiga cara:

pemeriksaan glukosa sewaktu darah lebih dari  200 mg/dl. Glukosa sewaktu ialah hasil pemeriksaan pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.

Pemeriksaan glukosa darah puasa lebih dari 126 mg/dl dengan keluhan klasik Diabetes Melitus. Puasa diartikan tidak mendapat kalori tambahan selama minimal 8 jam.

Komplikasi  Yang Terjadi Pada Diabetes Melitus

Komplikasi kronis terjadi akibat glukosa darah yang terus-menerus tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan aliran darah, yang bisa menyebabkan :

  • Stroke
  • Kebutaan
  • Jantung Koroner
  • Ginjal Kronik
  • Luka yang sulit sembuh

Resiko Penyakit Diabetes

Penyebab gestational diabetes

Saat kehamilan, dikarenakan plasenta memproduksi hormon guna memenuhi kebutuhan saat kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Bersamaan dengan pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut akan semakin banyak dihasilkan. Contine reading